Efek Ganti CDI BRT DUAL BAND


Halo mas bro, gimana kabarnya? semoga sehat selalu. edisi kali ini tentang part balap yang bisa digunakan harian. mantap kan? Harganya juga lumayan karena bisa sering -sering makan mie instan bagi yang berhemat wkwkwk... Kalian pasti kenal dengan CDI yang satu ini mas bro, BRT (Bintang Racing Team) yang telah melalang buana di dunia balap. Kenapa saya membahas merk ini karena kebetulan memang ini yang saya miliki. terlepas dari sponsor atau permintaan review. Saya jabarkan kali ini hanya sekedar berbagi ilmu agar kalian bisa lebih paham alasannya mengapa harus mengganti CDI racing. Ketika kalian memiliki motor sudah pasti tangan gatal untuk pingin modif. Modif itu sendiri juga banyak genre/alirannya. Ada yang ingin terlihat minimalis tanpa oprek mesin, Ada yang terlihat standart tapi mesin udah bore up, Ada pula yang fokus pada penampilan saja. Memang hal tersebut sah-sah saja asalkan modif tersebut tetap pada wilayah safety first. Jangan sampai kalian modif motor tetapi malah menyusahkan apalagi sampai berurusan sama panitia yang suka ngatur lalu lintas di jalan wkwk... Part ini memang tergolong otak dari kendaraan anda, CDI itu sendiri mengatur hampir keseluruhan kinerja motor kalian. Ketika benda ini diganti pasti konfigurasi semuanya akan berubah. CDI sendiri sangat menunjang performa motor, tetapi ini yang akan saya bahas mengapa anda perlu dan tidaknya mengganti part ini.

Bicara soal CDI standart sudah lain lagi, yang kita bahas topik kali ini racing mas bro. kalian sudah pasti paham CDI racing mana saja yang bisa digunakan di motor kalian agar tidak salah pilih. Langkah pertama pahami betul kebutuhan anda terlebih dahulu. Memilih motor pastikan disesuaikan dengan budget dulu yang paling utama, medan yang dilewati tiap harinya serta yang paling akhir postur tubuh. Semua faktor diatas merupakan acuan yang harus kalian pertimbangkan agar tidak salah pilih motor. Ada yang inginnya pakai weekend saja ada juga yang dipakai setiap hari untuk mencari nafkah. Ada juga yang maunya mencari nafkah sambil tampil wah. Ya semacam yang akhir-akhir ini viral penjual sayur naik motor CBR dan R25 kan keren tuh. Kerja sambil melampiaskan hobinya naik motor sport kalo dagangan macam gini bisa sambil touring ya mas bro wkwkwk...
setelah motor yang kalian idamkan telah berhasil dimiliki tinggal menentukkan aliran modifnya,
Mengapa perlu di ganti CDI? banyak faktor... bisa karena ingin menaikkan performa motornya, bisa jadi ingin memaksimalkan potensi motornya serta ada juga yang hanya coba-coba. CDI yang diproduksi oleh pabrikan aftermarket biasanya ada beberapa stage. tipe standart, tune up, dan racing
jangan sampai pilih ketiga mode ini karena bisa-bisa motor jadi korbannya. ingat mas bro, rata-rata CDI racing menaikkan limiter kendaraan kalian. efeknya piston akan bekerja lebih berat dari biasanya. Coba kita analisa terlebih dahulu motor kalian jika ingin mengganti CDI unlimit, pastikan setelah dihitung-hitung naik turunnya piston tidak lebih dari 21 ms karena itu ambang batas maksimal rata-rata motor kendaraan anda. jika kalian ingin menghitung silahkan cek di mbah google menghitung piston speed disitu udah lengkap banget. Nah jika pirston speed bekerja lebih dari 21 ms itu sudah pasti macet dan OFF season atau waktunya turun mesin wkwk... Jadi jangan asal ganti CDInya pastikan hitung terlebih dahulu ambang batas kecepatan piston kalian agar modif yang diinginkan tidak bikin motor turun mesin. 

Sekarang bicara efek, gimana kang? setelah dipakai untuk harian motor memang berasa bertenaga
suara dentuman muffler juga lebih dalam. Tapi tunggu dulu mas bro, sepertinya ada beberepa hal yang membuat kinerja CDI ini tidak optimal. setelah penggunaan selama satu bulan menunjukkan tanda-tanda yang membuat pengguna harus merubah beberapa part di kendaraan anda. Padahal saya memilih tipe yang Standart dengan tipe "DUAL BAND" apa itu dual band? hanya merubah timing pegapian ke advance, tipe OFF 2 derajat lebih awal dan tipe ON 4 derajat lebih awal. efek dari majunya timing pengapian ini lumayan berasa mas bro jika tidak diikuti oleh beberapa piranti agar menunjang performa motor. Akhirnya nge borong knalpot, busi, air filter serta spuyer. Weleh-weleh ajur tenan iki bandar e heheh....  Kenapa semua part ini dibutuhkan untuk menunjang alur proses CDI ini agar dapat memaksimalkan kinerjanya. Jadi bagi kalian yang ingin mengganti CDI Racing kudu siap-siap punya dana lebih untuk menunjang part-part untuk membantu performa si CDI ini. Ganti CDI tanpa pergantian knalpot, filter udara, busi dan spuyer sudah pasti mubadzir. 


Last pergantian part pada kendaraan yang ada pada sektor mesin dan kelistrikan sebaiknya kalian pertimbangakan terlebih dahulu jika tidak ingin "TERJEBAK" pada lingkaran modif. Karena secara tidak langsung ketika kita mengganti part tersebut mau tidak mau dan kita harus membeli part lainnya demi meraih potensi motor yang kalian tunggangi. Jika pergantian pada satu jenis saja biasanya malah membuat part lainnya tidak berjalan semestinya. Pabrikan telah membuat kendaraan anda dengan teknologi dan perhitungan yang cukup matang. Mereka sudah tahu persis potensi-potensi motor tersebut dengan mempertimbangan safety first serta ketahanan produk tersebut. Pabrikan bisa saja membuat produk yang anda beli mengeluarkan performa maksimal tapi pake sebentar tinggal buang wkwk...  yang bisa dibilang produk tersebut tak akan awet. Maka dari itu mengapa motor-motor di bagi dalam beberapa grade mulai dari 50cc hingga 1000cc tujuannya agar konsumen jika ingin motor kencang ya langsung naik kelas dan langsung saja beli yang 1000cc dijamin deh, tak usah modif sana-sini dan buang waktu untuk berfikir hingga tirakat gimana caranya motor ini jadi kencang wkwkwk... so enjoy your life with your own mas bro... 

1 Komentar untuk "Efek Ganti CDI BRT DUAL BAND"

  1. Nyuwun pirsa mas, menawi gantos knalpot, busi, air filter kaliyan spuyer mawon, ning mboten gantos CDI utawi koil ngaten, dospundi mas?

    BalasHapus

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel