Mengenal Rem Bus Truck dan Beberapa Kendaraan Berat


Ketika kalian ingin mengadakan perjalanan yang cukup jauh dan lebih banyak menempuh jalur darat, biasanya pilihan kendaraannya kalo gak kereta api ya bus. Kalo pesawat beda kebutuhan ya mas bro, pesawat biasanya lebih mengutamakan waktu yang singkat dan biaya yang cukup tinggi karena efek dari menghemat waktu tersebut harus ada effort yang lebih untuk kita penuhi. Beda halnya dengan kendaraan darat yang kita bisa menikmati perjalanan melewati berbagai kota dan lintas provinsi. Jika kalian sebagai penumpang pasti pernah bertanya-tanya kendaraaan sebesar ini bagaimanakah sistim pengeremannya. Apakah sama dengan mobil seperti biasanya atau bahkan motor? Penulis akan jelaskan secara mudah rem-rem apa saja yang ada pada kendaraan berat. Sebelum kita memasuki apa saja rem yang biasa digunakan, kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana karakter mesin diesel itu sendiri, dan secara fungsional seberapa besar beban yang harus dia terima ketika menahan laju kendaraan. Karakter mesin diesel yaitu bertorsi badak, seperti artikel yang sebelumnya saya tuliskan di "Alasan Kendaraan Berat Bermesin DIESEL " kalian sudah tahu betapa kuatnya dorongan awal sebuah mesin diesel, karena ini merupakan konsekuensi ketika kendaraan ini diisi dengan full penumpang dan barang harus bertenaga. Membawa beban yang berat pada kecepatan tinggi masalah utamanya yaitu pada sistim pengeremannya. Jika pakai rem tromol biasa atau cakram sekalipun pasti berpotensi panas berlebih efeknya rem bisa-bisa ngeblong. Jadi para insinyur berpikir bagaimana membuat rem tambahan selain rem cakram atau tromol. Dari intro diatas kita akan membahas rem apa saja yang biasa dipergunakan pada kendaraan berat.


REM ANGIN
Air brake atau rem udara merupakan rem yang sudah paling umum digunakan pada kendaraan besar. Ada banyak faktor mengapa rem udara ini digunakan di banyak kendaraan berat, biasanya ketika mengerem akan terdengar suara "CESSSS" efek udara yang dibuang karena tekanan pada rem sudah cukup sedangkan kendaraan kecil menggunakan model hidrolis atau tekanan fluida. Kita pahami dulu konsep fluida itu seperti kalian menyuntikkan cairan menggunakan spet / spuit. Cara kerjanya sesederhana itu karena tekanan dari cairan dapat mendorong piston pada caliper rem bergerak. Ada beberapa kelemahan yang sering sekali terjadi pada model fluida ini mas bro salah satu diantaranya seperti ada gelembung pada pipa atau masuk angin pada jalur pipa cairan fluida yang efeknya rem bisa ngeblong, karena daya dorong terganggu dan juga tekanan yang kurang kuat. Dari kendala tersebut tercetuslah ide yang inovatif untuk membuat rem udara, yang mengandalkan tekanan udara untuk mengoprasikan rem.
Udara ini berasal dari modul kompressor yang ada pada mesin, dan udara yang diambil akan disaring lalu ditampung dalam tabung (air tank), biasanya lebih dari satu tabung. Mangkanya ketika kalian berada disamping kendaraan besar biasanya terdapat tabung-tabung yang tersambung pipa-pipa kecil. Kelebihan air brake ini merupakan penemuan yang memberikan solusi pada permasalahan rem fluida. Rem Udara tidak membutuhkan biaya yang tinggi pada prakteknya, karena udara sifatnya bebas tanpa biaya untuk memperolehnya. Lebih aman karena tidak mudah mengalami kebocoran atau berubah bentuk di daerah tropis. Lebih bersih karena tidak perlu melakukan pergantian seperti model fluida. Lebih fleksible ketika truck membawa muatan tambahan, rem udara ini tinggal plug n play. Lebih kuat menekan rem karena sifat udara yang dapat dikompresi.

REM KNALPOT
Kenapa penulis bilang rem knalpot, karena memang ketika bus atau truck ini mengerem telinga kalian akan familiar dengan suara "SPOK" ketika rem ini dipergunakan dan suara itu berasal dari knalpotnya. Knalpot ditutup untuk mengerem apa tidak meledak kang? karena ini kan saluran buang. Sebetulnya rem ini bekerja ya gak sepenuhnya menutup gas buang mas bro, jadi masih ada celah untuk gas itu keluar.
 

Kurang lebih seperti ini ya mas bro gambarnya, gue comot dari mbah gugel. Didalam alat ini terdapat sebuah pintu / valve yang sangat flexible, bisa terbuka dan tertutup. Tujuan dari exhaust brake ini sendiri yaitu untuk meperlambat gerak piston karena efek back pressure atau tekanan balik gas buang di dalam ruang bakar. Untuk mengaktifkan rem ini biasanya tuasnya ada di sekitar tuas lampu atau wiper pada bis intinya dekat tangan pak supir. Mangkanya bagi penumpang biasa duduk didepan coba perhatikan tangan pak supir ketika mengerem, yang penasaran kenapa bis ini bisa melambat ketika tuas tersebut di mainkan oleh pak supir, ini dia jawabannya. Oh iya suara spook itu karena udara yang terkompresi pada pipa knalpot dan dibuka secara tiba-tiba maka suara jadi gitu.

REM RETARDER
Ini merupakan rem dengan teknologi yang lebih canggih lagi ya, biasanya pada bus-bus kelas tertentu saja teknologi ini diaplikasikan. Karena faktor biaya yang menjadi kendala setiap karoseri mempertimbangkan untuk memesan teknologi ini kepada vendor kendaraan besar. Retarder artinya penghalang, maka kita asumsikan sebagai alat yang dapat melambatkan laju kendaraan. Pada sistim retarder terdapat dua tipe yaitu eltromagnetic dan hidrolis.

Electromagnetic
konsep modul ini berdasarkan cara kerja magnet, elektromagnetic induction. Cara kerjanya seperti motor listrik yang terdiri dari rotor dan stator, biasanya motor listrik ini digunakan untuk memutar seperti pompa air, blender hingga hair dryer. Tetapi cara kerja untuk alat ini bekerja sebaliknya bukannya untuk memutar tetapi digunakan untuk menahan laju putaran karena terdapat magnet yang mendahan poros gardan. Posisinya diantara poros gardan dan transmisi.



Secara sederhana cara kerjanya seperti video ini untuk melambatkan laju perputaran poros gardan

Hydrolic Retarder
Konsep kerjanya mirip dengan torsi konverter. Seperti kipas angin yang saling berhadapan, kipas A dan kipas B. kipas A dalam posisi ON dan berputar sedangankan kipas B dalam posisi diam atau OFF. Dari efek berputarnya kipas A maka kipas B akan ikut berputar, hal ini dikarenakan hempasan angin dari kipas A yang mengarah pada kipas B secara terus menerus. konsep yang seperti ini yang akhirnya dipakai pada berbagai kendaraan otomotif seperti transmisi matic yang masih menggunakan gir konvensional, dan juga digunakan pada sistem rem retarder yang masih menggunakan hidrolis. Tetapi pada penggunaan rem terdapat perbedaan dimana kipas yang digunakan arahnya menjadi sebaliknya sehingga fluida atau oli yang ada didalam retarder saling bertabrakan yang membuat poros gardan menjadi melambat. 

Dari beberapa rem diatas, biasanya pada kendaraan dengan dimensi yang besar serta muatannya berat telah mengaplikasikan beberapa level pengereman pada tuas dekat kemudi. dilevel satu yang hanya sebatas rem udara biasa hingga level lima yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat rem agar kendaraan dapat berhenti maksimal. Semoga info ini bermanfaat, like share and commen. 

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Rem Bus Truck dan Beberapa Kendaraan Berat"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel