Mesin 2 Tak Ternyata Teknologinya Advance

Saat ini motor yang baru saja di suntik mati dengan mesin 2 TAK nya adalah dari keluarga ninja, karena memang standart EURO 3 yang memaksa motor-motor yang tak sesuai dengan regulasi hampir bisa dikatakan wajib disuntik mati. Memang tujuan diberlakukannya peraturan EURO ini karena kepedulian kita akan lingkungan sekitar dengan cara meminimalkan gas buang pada kendaraan. Lanjut ke kejayaan motor dengan mesin suara garingnya ada beberapa teknologi pabrikan jepang yang penulis rangkum. Alasan mengaa para pabrikan menggunakan teknologi ini karena motor 2 Tak pada saat itu dituntut untuk memiliki tenaga yang merata mulai dari putaran bawah hingga atas dan juga harus tetap efisien terhadap penggunaan bahan bakar. Beberapa motor garuk seperti Honda CR, Yamaha YZ, Kawasaki KX dan Suzuki RM yang telah menjadi trending topik di tahun 90an

HPP (Honda Power Port)
Merupakan teknologi milik honda yang bisa mengatur gas buang pada motor 2 Tak, dan ketika itu Honda menerapkannya pada CR125R pada tahun 1990.


Sistem Honda Power Port menggunakan seperangkat katup guillotine geser, yang ditenagai oleh pengatur bola yang diaktifkan secara sentrifugasi, untuk mengubah timing port berdasarkan RPM engine. Pada RPM rendah, katup akan ditutup, sehingga secara efektif menurunkan ketinggian port gas buanguntuk menghasilkan torsi low- end yang lebih baik. Saat RPM naik maka exhaust valve akan diaktifkan sepenuhnya agar gas buang keluar lebih baik. Pada zamannya teknologi ini memiliki kinerja yang luar biasa.
Sebetulnya honda sebelum mengandalkan HPP telah mengaplikasikan teknologi ATAC. ATAC (Automatic Torque Amplification Chamber) merupakan teknologi yang hampir serupa dengan model yang lebih sederhana tetapi hal tersebut kurang efektif 


Pada prakteknya ATAC dirasa kurang baik dibandingkan dengan KIPS milik Kawasaki sehingga diupgrade dengan HPP.

YPVS (Yamaha Power Valve System)
Prinsip dari yamaha semakin lancar pembuangan pada RPM tinggi maka semakin baik top speed yang di dapat. Ketika port gas buang lebih kecil maka ketika RPM rendah akan mendapatkan torsi yang berlimpah. Ketika yamaha mendesain port pembuangan knalpot dengan porting polish mereka bingung bagaimana cara mendapatkan torsi yang baik dan power maksimal pada RPM tinggi

                                                      1                                           2
Sebuah gambar yang menunjukkan dimana kondisi port pembuangan yang masih standart pada nomor 1 dan yang telah di porting polish pada nomor 2. Alhasil dari tuntutan tersebut muncul sebuah ide untuk membuat piranti yang bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan torsi dan juga high rpm. Sebuah katup yang bisa membuka dan menutup dengan dikendalikan motor servo serta perintah dari CDI.

Posisi power valve yang berada di lubang gas buang yang bisa membuka dan menutup sesuai dengan putaran mesin. Setelah yamaha mengembangkan motor 4 tak sistim ini masih berlanjut dengan nama EXUP (Exhaust Ultimate Power Valve) tapi letaknya tidak berada pada port gas buang, teknologi ini berada pada pipa-pipa knalpot. Sudah banyak moge yamaha yang ditanamkan teknologi ini seperti seperti pada keluarga R-Series. 

AETC (Automatic Exhaust Timing Control)
Suzuki RGR150 Gamma yang informasinya cukup minim di Indonesia, karena Gamma ini merupakan versi facelift dari Suzuki RG 150 yang biasa kalian temui di jalanan. Face lift ini cukup siginifikan dan informasi yang pasti hanya dipasarkan di thailand dan malaysia, padahal versi terbaru ini sudah menggunakan banana arm hingga menggunakan teknologi AETC yang mirip dengan power valve milik yamaha. Mungkin pada saat itu peluncuran gamma terhalang oleh krisis moneter pada tahun 90an yang mengakibatkan harga jadi tidak menentu. Alhasil pangsa pasar Suzuki RG dilahap olah honda NSR dan juga Ninja.


Saat ini suzuki juga telah mengembangkan teknologi menjadi "SET" ( Suzuki Exhaust Tuning) yang stelah dibenamkan pada motor-motor gedenya seperti keluarga GSX-R 

KIPS (Kawasaki Integrated Power valve System)
Mengenai KIPS telah lama juga di aplikasikan di motor garuk oleh kawasaki, memang perbedaanya cukup signifikan dibandingkan model power valve motor lainnya, KIPS lebih banyak memberikan ruang untuk membuang seluruh sisa gas buangnya ketika berada di RPM tinggi, dan hal ini juga didukung oleh bantuan HSAS agar campuran bahan bakarnya menjadi lebih baik, maka dari itu mengapa HSAS ini dipertahankan karena saat itu demi meraih standart EURO 2 

gambar dimana ketika posisi KIPS terbuka banyak sekali ruang atau saluran pembuangan demi mempercepat arus gas buang.  





Belum ada Komentar untuk "Mesin 2 Tak Ternyata Teknologinya Advance"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel