Cara Mudah Merawat Rem ABS


Hampir semua kendaraan yang beredar disini, rata-rata sudah menyertakan sistem pengereman model ABS. Dalam prakteknya gak semua orang mengerti cara kerja sistem ABS, sebenernya rem ini cukup simple. Yaitu mencegah rem kalian mengunci ketika terjadi pengereman mendadak. Seper sekian detik ECU melakukan perhitungan antara putaran roda dengan kekuatan rem. Sehingga menghasilkan tekanan rem yang dibutuhkan. Biasanya rem ABS terasa nyut-nyut an meskipun tuas rem di tarik dengan kencang ketika akan mau berhenti, karena memang tujuannya agar ban motor tidak terpeleset sebab rem mengunci. Mode ABS ada yang dual channel depan dan belakang, atau hanya depan saja. Tapi keduanya fungsinya tetap sama saja mas bro. Piranti rem ABS untuk saat ini memang terbilang cukup mahal, karena part ABS masih jarang beredar dipasaran. Mau tidak mau jika terjadi kerusakan harus di bawa ke dealer resmi. Maka dari itu hal-hal yang menyangkut sistem pengereman ABS para modifikator masih belum berani merubah-ubah seperti kaliper, selang rem hingga minyak rem. Karena cara kerja sistem ABS ada hubungannya dengan ECU motor kalian.

Cara paling mudah untuk merawat rem ABS ini cukup jaga kebersihan piringan cakram dan sensor ABSnya. Karena jika si pemilik malas untuk membersihkan piringan cakram maka sensor kecepatan ABS akan mengalami gangguan pembacaan kecepatan putaran roda. Imbasnya kita tidak bisa memprediksi jarak pengereman yang aman. Hal iniliah yang cukup kita perhatikan ketika kita memiliki kendaraan dengan rem ABS. Letak rem cakram yang berada diposisi paling bawah kendaraan akan membuat piranti tersebut mudah sekali terkena debu, oli dan material lainnya. Cukup sering dibersihkan dengan cara dicuci dengan cairan pembersih cuci motor maka hal ini bisa meminimalisir kotoran yang lengket di area sensor ABS dan piringan cakram.

Perhatikan batas ketinggian minyak rem. Karena cara kerja rem cakram menggunakan cairan untuk menekan kampas rem, salah satu indikator untuk mempermudah kampas rem itu sudah habis dapat dilihat dari ketinggian minyak rem. Semakin rendah minyak rem maka besar kemungkinan kampas rem sudah mulai habis.

Ganti kampas rem sesuai dengan spesifikasi pabrikan, karena jika kampas rem tidak sesuai dengan yang dianjurkan maka jarak pengereman bisa lebih panjang. Efeknya kita tidak bisa memprediksi jarak aman berkendara kita. 

Jangan abai terhadap pergantian minyak rem. Karena masa pakai minyak rem biasanya 15.000km atau minimal 1 tahun sekali diganti total. Karena minyak rem yang telah lama didalamnya mengandung uap air, dan uap air iniliah yang bisa menyebabkan angin palsu atau istilahnya masuk angin. Ketika tuas rem ditekan yang terjadi rem bisa loss gak mengigit, ini yang bisa disebut juga rem blong.

Gunakan tingkatan DOT yang dianjurkan pabrikan. Ketika pabrikan menganjurkan DOT 3 jangan kasih DOT 4 karena semakin tinggi angka DOT maka semakin tinggi juga tingkat ketahanan panasnya. DOT 3 tingkat didihnya mencapai 205 derajat celcius sedangkan DOT 4 tingkat didihnya 230 derajat celcius. Ketika diisi DOT 4 maka yang terjadi adalah piranti lainnya seperti kaliper, kampas rem, selang rem hingga master rem tidak kuat menahan panas hingga 230 derajat celcius karena desain rem nya telah dibatasi menahan panas hingga 205 derajat celcius. Jadi bukan soal pakemnya tapi tingkat ambang batas panasnya yang wajib kita perhatikan. Oya penyebab panas itu sendiri dihasilkan dari gesekan antara kampas rem dengan disc brake yang bisa menjalar keseluruh piranti rem.

Memang ketika kita memiliki motor dengan tingkat pengereman yang lebih baik maka harus dibarengi dengan perawatan yang baik pula. Gak bisa asal-asalan seperti rem biasa, karena sistem ABS terhubung dengan otak kendaraan anda. Semakin rumit suatu sistem semakin detail cara merawatnya. Pengeraman ABS memberikan pengereman yang lebih baik dibandingkan dengan rem konvensional biasa, ada harga ada rupa tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Belum ada Komentar untuk "Cara Mudah Merawat Rem ABS"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel