Kelebihan dan Kekurangan MT 25 di Pegunungan Panderman


MT-25 produk naked 250cc dari yamaha yang sampai hari ini belum juga face lift. Kalo dilihat dari awal motor ini diproduksi tahun 2015 yang di launcing oleh wawan tembong freestyler indo yang terkenal itu, motor ini kelihatan fleksible banget. Mau wheelie, stopie, ngepot sana-sini semuanya bisa dilakuin sama motor ini. Dari penampilan wajahnya yang mirip dengan CB150R generasi pertama, motor ini juga sering banget kena bullyan. Saya juga kurang paham mengapa yamaha mendesain wajah MT-25 ini dengan penuh kepolosan, gak ada sangar-sangarnya wajahnya beda dengan rivalnya Z250 yang punya wajah intimidasi. Saya juga sering ketemu dan ditanya sama orang ketika parkir "Byson modifan ya mas? " "Modif byson e kok apik tenan mas?" dan saya jawab "Iya pak, saya pesen ke yamaha modif yang kayak gini" hmm bodo amat...  Mengingat waktu itu ada cuti yang masih tersisa, akhirnya saya manfaatkan untuk mengeksplorasi wisata alam sekalian nyobain gimana rasanya naik motor naked 250cc ini ke jalan yang gak normal. Disaat semua orang touring lintas kota dan provinsi, saya lebih memilih naik motor ke daerah pegunungan. Ya memang tujuannya melepas penat sekalian menikmati pemandangan alam di daerah pegunungan panderman. Rute yang saya ambil mulai dari jalanan utama kota batu hingga kejalur gunung panderman. Menggunakan motor naked MT-25, kita akan jalan - jalan sekaligus mereview kenyamanan motor ini kalo diajak advanture. MT-25 yang saya miliki merupakan lansiran pertama tahun 2015 dan telah mengikuti beberapa Recall.. Saya gak akan menilai desainnya secara keselurrhan ya gaes cukup wajahnya saja, karena aura tiap-tiap motor itu berbeda beda. Tinggal kita menilai sendiri masalah desain ini, karena desain itu tergantung selera si pemilik. Ada uang, suka model dan mesinnya ya tinggal bayar. Ok kita lanjut perjalanan menuju ke tempat ini. Sementara itu kita lihat spek yamaha MT-25, dengan spek yg sama plek dengan R25. Saya akan mencoba untuk melewati beberapa rute yang cukup mengkhawatirkan untuk motor yang masih standart, no engine guard, no crash bar dan printilah yang aneh-aneh deh pokoknya. Saya ingin mencoba apakah naked MT-25 ini memang bisa diajak advanture di segala medan. Bagi saya mencoba motor naked di daerah seperti ini adalah hal yang lumrah, karena kedepannya motor aliran naked juga harus bisa melewati segala macam medan ketika dibutuhkan.

Jalurnya cukup cadas untuk motor standart

Jalan yang saya lewati lumayan bikin kepikiran, karena mau kencang takut terpeleset mau pelan-pelan tapi mesin 250cc ini lumayan bikin selangkangan anget. Ya sudah kita slow but sure saja, mencoba melewati medan yang seperti ini cukup menggunakan Gigi 1 dan 2 torsinya udah tumpah-tumpah. Gak sampe rpm tinggi motor udah ngacir aja tetapi karena medannya seperti ini saya cukup berhati-hati takutnya motor bisa gasruk gundukan tanah. Berkat ukuran suspensi depan yang besar dan cukup tinggi serta monoshock standart saya rasa sudah cukup untuk membuat motor stabil melewati jalanan tidak rata dan gak khawatir kena gasruk. Cuma ban bawaan IRC ROAD WINNER ini agak licin, apalagi melewati jalanan yang cukup berpasir. Mungkin solusi ini bisa diakali dengan mengganti ban dual purpose sudah beres. Setelah puas melewati jalanan yang cukup ekstrim tiba saatnya gas tipis-tipis dijalanan yang beraspal. Saya coba geber maksimal di setiap gigi nya memang lumayan nafasnya agak panjang dan halus. Gigi 3 bisa menyentuh hingga 115km/jam dengan 12.500 rpm, gak mau tambah gigi lagi karena nyali udah ciut duluan dan badan udah terasa kemana-mana karena terpaan angin disekitar pegunungan. 



Pemandangan yang disuguhkan bukit, pegunungan dan pertanian. Cuaca yang cukup dingin dan sedikit berkabut. Jalanan yang cukup berbatu dan tanah kering bisa untuk mencoba pengendalian motor ini. Dengan rangka teralis dan rem cakramnya semi floating, apakah masih bisa bermain di tanah lapang seperti ini. Diajak begajulan di jalanan berbatu cukup menyiksa motor ini, dan hasilnya pantat saya juga terasa sakit semua. Tangan terasa cukup pegal karena menahan kopling sedikit agar motor tidak melompat sembarangan. 250cc ketika melewati jalan tidak rata membuat saya was-was karena tenaganya cukup jengat. Maklum memang motor ini dibuat di jalan umum bukan di buat di jalanan berbatu macam kayak gini. Kalo mungkin dijalanan mulus yang beraspal mungkin sangat nyaman untuk diajak main betot-betot an gas. Tapi saya sendiri cukup salut karena motor ini cukup stabil ketika melewati jalanan terjal dan bergelombang. Rem cakram depan belakang diajakin bermain di arena debu macam kayak gini juga pakem juga. Overall untuk jalanan yang tergolong cukup hancur kayak gini, MT-25 juga mumpuni. Gak terlalu berat cuma tetap mudah dikendarai apalagi diajak touring antar kota dan provinsi dengan jarak yang cukup jauh. Pastinya sampe gigi 6 gak bakalan mubadzir.


Bonus foto bule lagi survei mau bikin villa kali ya wkwkwk.....


Mampir di warung, rehat sejenak sambil pesen kopi panas. Karena udara di daerah panderman ketika sore hari cukup dingin. Sambil nunggu kopi, santuy dulu menikmati pemandangan kota Batu yang indah. Sepulang dari bersantai kita lewati jalan umum biasa, karena hari telah menjelang sore. Bagi kalian yang ingin melewati jalur advanture sebaiknya menggunakan body protector atau minimal sepatu cross, jangan seperti saya mas bro. Pakai sepatu kets untuk melewati medan seperti diatas.

6 Komentar untuk "Kelebihan dan Kekurangan MT 25 di Pegunungan Panderman"

  1. Waw motor baru lagi bro...
    Mantap, semoga sukses selalu mas..

    BalasHapus
  2. Sesekali buat review koleksi pribadinya mas bro..
    Jadi setiap 3-5 tahun harus sharing koleksinya mas bro kyk vlogger/ blogger lain..hehe

    BalasHapus
  3. Next, bakal muncul artikel koleksi pribadinya mas bro..

    BalasHapus
  4. Oke, ditunggu sambil sruput kopinya..

    BalasHapus

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel