Cara Penggunaan Carbon Cleaner (DCS)


Seiring dengan pemakaian kendaraan semua fungsi komponen akan bekerja sebagaimana mestinya, Tetapi ketika melewati cuaca yang hujan, panas dan medan yang berdebu membuat sistem kerja komponen didalam kendaraan rentan terhadap kerusakan. Mulai dari sensor mass air flow, sensor knocking, sensor Oksigen yang ada pada bagian muffler / knalpot semua wajib diperhatikan agar proses pembakaran berjalan semestinya. Saat ini rata-rata kendaraan roda 2 dan roda 4 telah memiliki Catalis Converter, gunanya untuk mengatur gas buang agar lebih ramah lingkungan atau memenuhi standart EURO 3. Dalam proses pembakaran dengan sistim pembakaran injeksi  kotoran / carbon akan membuat beberapa sistim didalam pembakaran akan mengalami eror. Ada beberapa faktor kerak karbon ini bisa terbentuk dengan sendirinya.

Pertama, pemilihan busi yang tidak tepat akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Busi biasa memiliki heat range atau tingkatan panas tertentu. Kode pada badan busi sudah tertulis yang tujuannya untuk menjabarkan tingkat panas busi tersebut. Jenis busi juga ada yang busi dingin dan busi panas. Jika busi tidak sesuai atau memakai jenis busi dingin, maka akan muncul kerak carbon pada head piston dan ujung busi karena bahan bakar tidak terbakar sempurna. Istilanya busi mengalami kebanjiran bahan bakar. Panas yang tidak bisa dicapai secara optimal karena memakai jenis busi dingin juga menyebabkan BBM tidak bisa terbakar semuanya. Sebetulnya busi bisa membersihkan dirinya sendiri ketika suhu yang dicapai optimal, istilahnya self cleaning. Biasanya suhu untuk bisa mencapai self cleaning berkisar 450 derajat Celcius - 950 derajar Celcius. Jadi bukan soal pemilihan busi racing atau busi platinum / iridium. Melainkan pemilihan busi yang berada pada tingkatan panas yang pas untuk kendaraan kalian.

Kedua, BBM yang tidak sesuai akan membuat knocking atau istilahnya nggelitik tetapi kendaraan sekarang ini sudah terdapat sensor knocking sehingga timing pengapian bisa menyesuaikan dengan sendirinya. 

Ketiga, Sensor mass air flow yang kotor akan membuat debit udara untuk campuran BBM dengan udara menjadi tidak seimbang yang membuat pembakaran menjadi tidak sempurna. Kondisi filter udara yang jarang dibersihkan / diganti ikut menyumbang dampak kerak carbon pada ruang bakar. Kerak karbon yang terus menerus dibiarkan akan menganggu sensor oksigen dan dapat menyumbat catalis converter. Akibatnya kendaraan terasa lemot, digas berasa berat karena banyak penyumbatan pada katalis konverter yang berada pada knalpot. Efeknya BBM jadi lebih boros.

Jika waktu itu saya mereview carbon cleaner dengan menggunakan cairan. Saat ini saya mencoba untuk mereview carbon cleaner dengan model spray atau semprotan. 


Bentuknya simple seperti ini, dengan harga kurang lebihnya Rp 80.000 an.. Bisa dibeli di toko online
Satu botol ini isinya lumayan banyak, bisa untuk di aplikasikan ke beberapa kendaraan. Satu botol ini ternyata  cukup untuk membersihkan ruang bakar Honda supra x 125, Avanza 2010 dan yaris 2007. Cara gunakannya panaskan dulu mesin kalian 1 - 2 menit. Tujuannya agar kotoran nanti dapat mudah dilarutkan karena suhu panas mesin dan kerak akan terbuang melalui knalpot. Bisa langsung disemprotkan lewat throttle body yang gunanya untuk membersihkan intake manifold atau ruang bakar langsung melalui lubang busi juga cukup efektif untuk menghilangkan kerak di head piston. Setelah disemprotkan kira-kira 15 detik. Pasang kembali busi kalian, Start mesin pasti agak susah. Begitu nyala pantengin aja gasnya di 2000rpm - 3500rpm selama 2 menit agar semua kerak karbon yang berada di dalam mesin terbuang melalui knalpot dan berbentuk asap.

Dan berikut hasilnya 



Honda Supra X yang telah menempuh jarak 28.000Km dalemannya lumayan kotor mas bro. Ini kondisi standart punya babe yang tiap hari dipakai ngantor. Setelah disemprot menggunakan DCS kerak carbon lumayan rontok. Alhasil tarikan jadi lebih enteng dan BBM normal kembali.



Kondisi piston Toyota Avanza yang telah menempuh lebih dari 200.000km lebih. Disemprot langsung lewat lubang busi selama 20 detik di tiap-tiap lubang busi. Warna asli piston terlihat kembali karena kerak karbon sudah lumayan menghilang.


Kondisi toyota yaris setelah menempuh 97.000km yang kondisi pistonnya lumayan kotor. Setelah disemprot selama 10 detik di tiap-tiap lubang busi, kondisi permukaan piston lumayan bersih. 

So far penggunaan DCS Carbon Cleaner ini lumayan bagus. Ini terbukti dari hasil dokumentasi foto yang menunjukkan before dan after ketika menggunakan DCS Carbon Cleaner. Sepertinya cairan yang digunakan juga lumayan kuat untuk mengikis kerak karbon yang berada pada head piston, semprot beberapa detik saja kerak karbon langsung minggat. 

Belum ada Komentar untuk "Cara Penggunaan Carbon Cleaner (DCS)"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel