Air Radiator Cepat Habis... Begini Cara Mendeteksinya..


Air radiator merupakan suatu cairan yang sangat penting didalam kendaraan bermotor. Karena kendaraan bermotor identik dengan menghasilkan panas ketika menghasilkan tenaga. Panas yang terus menerus dapat membuat tenaga menjadi sia-sia, maka dari itu diperlukanlah sebuah sistem yang berguna untuk tetap menjaga suhu ruang mesin agar berada pada suhu ideal. Saat ini telah banyak bertebaran berbagai macam produk yang mengeklaim produknya dapat menurunkan suhu ruang mesin lebih baik ketimbang rival-rivalnya. Sebetulnya simple kok cara kerja air radiator ini, karena dia mengalir ke seluruh bagian mesin jadi selama semua dicek dengan baik maka tak perlu air radiator yang superior. Untuk kendaraan lama yang sudah terlanjur memberikan air biasa pada air radiator menurut saya biarkan saja, karena sudah sedari awal memang telah menggunakan air biasa. Jika dipaksakan dengan air radiator / coolant ini malah bikin masalah karena sifat coolant itu sendiri mengandung anti korosi, efeknya jika dituang ke radiator yang biasa menggunakan air maka seluruh karat yang ada di dalam radiator akan rontok dan menyumbat kemana - mana. 

Usia pemakaian air radiator biasanya sekitar 1 tahun atau 10.000km, jika sudah mencapai baiknya diganti karena air radiator akan bersifat eltrolisis. Pasti ketika mau mengganti ada kejadian air radiator berkurang drastis. Kalian gak perlu panik, ada tahap-tahap yang bisa digunakan untuk mengecek kemana larinya air radiator tersebut.

1. Tutup air radiator
Pastikan tutup radiator pada bagian karet-karet dan springnya tidak rusak. Karena jika rusak maka sirkulasi air radiator tidak menjadi lancar. Dari tutup radiator juga bisa dilihat bahwa motor kalian mengalami kebocoran pada seal packing silinder. Ditandai dengan air radiator muncrat keluar ketika motor digeber pada rpm tinggi. Ini tandanya air radiator ikut tercampur dengan ruang bakar dan membuat tekanan pada radiator menjadi meningkat.

2. Periksa selang
Karena umur pakai biasanya terjadi retakan pada selang radiator. Biasanya ditandai dengan air radiator yang terus menerus menetes.

3. Oli
Ketika melakukan pergantian oli, coba perhatikan warna oli. Hitam pekat artinya pertanda bagus, jika berwarna kecoklatan maka bisa dipastikan air radiator tercampur dengan oli mesin. Terjadinya percampuran oli mesin dengan air radiator biasanya ada pada pompa / baling - baling radiator yang karet sealnya sudah retak. Akibatknya bocor dan air radiator menembus ke ruang mesin.  

4. Kualitas Air Radiator
Setelah pengecekan tutup radiator, selang, oli semua baik - baik saja. Maka bisa dipastikan kualitas air radiator itu sendiri yang buruk. Karena saat ini banyak sekali para penjual nakal yang hanya memberikan pewarna pada air biasa. Memang terlihat seperti air radiator tapi sebetulnya itu hanya air biasa yang dikasih pewarna. Karena air biasa inilah yang membuat air radiator bisa berkurang drastis. Air biasa memiliki titik didih 100 derajat celcius dan mudah menguap. 

5. Periksa Radiator
Terjadinya kerusakan pada kisi - kisi radiator ini sangat jarang. Jika terjadi biasanya karena terkena benda asing seperti batu yang akhirnya membuat radiator bocor. Sekalipun bocor sudah pasti terlihat.


Apa yang membuat radiator ini cepat rusak? sebetulnya banyak faktor. Tapi faktor tersebut lebih cenderung ke kelalaian si pengguna. Radiator kotor penuh lumpur dan debu tidak dibersihkan secara benar. Air radiator yang jarang diganti. Tutup radiator rusak yang tidak diganti. Radiator yang baik menghindari kalian dari kerusakan mesin secara total.

Belum ada Komentar untuk "Air Radiator Cepat Habis... Begini Cara Mendeteksinya.."

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel