Fakta Menarik Seputar Kawasaki EV (Electric Vehicle) Yang Sedang Dikembangkan



Pemanasan global sudah menjadi rahasia umum bagi seluruh negara bagian di dunia ini. Dampak yang diakibatkan pemanasan global juga menganggu kelangsung makhluk hidup yang ada di bumi. Pemotongan hutan untuk pelebaran lahan pertanian, perluasan wilayah industri hingga sengaja membakar hutan demi tujuan tertentu. Pemansan global bukan hanya soal hutan, melainkan juga polusi udara akibat industri serta kendaraan bermotor. Beberapa negara telah menerapkan kebijakan kendaraan berbasis listrik atau bisa disebut juga EV (Elektronic Vehicle), hal ini diterapkan demi memerangi pemanasan global serta mengajak seluruh pengguna kendaraan beralih ke mode full energi listrik / battery.

Meruntut dengan bagaimana caranya mereduksi pemanasan global, semua kendaraan yang berbahan bakar minyak atau fosil sesegera mungkin untuk beralih menggunakan energi listrik. Syarat ini memang tidak diperintah secara langsung oleh pemerintahan dunia, namun melalui syarat kelulusan layak jalan kendaraan yang harus mampu menghasilkan gas buang ber standart EURO 4. Jika dipaksakan kendaraan menggunakan bahan bakar minyak bumi maka piranti untuk mendapatkan standarisasi EURO 4 ini cukup mahal untuk dipasang kesebuah kendaraan meskipun diproduksi secara massal. So jalan tengah sementara bagi pabrik kendaraan bermotor yaitu membuat kendaraan berbasis mesin hybrid. Sudah banyak korban standarisasi EURO ini, ,motor - motor seperti CBR600, Triumph T1000, Ducati Hyper Strada, Suzuki SV650 dan masih banyak lagi sudah tak mampu lagi untuk melawan standart regulasi EURO 4 dan harus menghadapi suntik mati. Tak bisa dipungkiri para pabrikan kendaraan harus gigit jari untuk men discontinue produk - produk andalan mereka.

Standarisasi EURO juga tak lepas dari kendaraan hybrid. Kendaraan hybrid ini merupakan perpaduan antara kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak bumi dan battery. Kedua sumber energi ini dipadu agar menciptakan kendaraan yang bisa mencapai stadarisasi lulus uji EURO 4. Saat ini untuk roda dua, seperti contoh pabrikan honda yang telah menawarkan HONDA PCX HYBRID tetapi harga yang dibandrol masih setara dengan motor bekas kawasaki ninja 250. Besar kemungkinan jika harga diatas 40jt rata - rata mereka lebih memilih CBR250RR ato ninja 250 bekas.
EV (Electric vehicle) merupakan kendaraan yang menggunakan energi listrik sebagai sumber utama energinya. Ditunjang dengan beberapa gear sebagai penerus tenaganya sehingga masih membutuhkan oli sebagai pelumas didalam gearbox.

Yang membuat mahal dari sebuah kendaraan hybrid dan EV adalah battery nya mas bro, jika kendaraan selama pemakaian telah berumur lebih dari 5 tahun maka battery wajib diganti yang harganya lumayan mengikis dompet kalian. Bagaimana tidak mengikis? secara perhitungan biaya pajak kendaraan tahunan di negara kita ini pada tahun ke 5, kita diwajibkan untuk ganti plat nomor yang biayanya tidak sedikit ditambah lagi kita wajib beli battery baru untuk kendaraan kita. Mungkin biaya pergantian battery ini bisa dibilang sebanding dengan ongkos turun mesin. Tetapi bedanya jika turun mesin mungkin masih bisa ditunda dengan beberapa cara sedangkan pergantian battery hukumnya wajib dan tanpa alasan. Hal ini mirip dengan pergantian aki motor yang sudah tanpa engkol untuk menyalakan mesin. Jika aki tidak diganti motor tidak bisa start, meskipun dijamper besar kemungkinan daya didalam aki akan drop. Mirip dengan hape nokia jadul kita yang batterynya sudah nge-drop, kelihatannya dilayar penuh ternyata setelah dipakai 5 menit langsung mati. Untungnya motor konvensional masih menggunakan bahan bakar minyak untuk asupan energinya. Meskipun aki mati motor bisa tetap berjalan. Berbeda dengan kendaraan EV karena battery sebagai inti dari sumber penggeraknya. Tanpa battery maka kendaraan tak akan bisa berjalan.

Tetapi dengan anda memilih kendaraan hybrid so pasti memiliki kelebihan. Kelebihan kendaraan hybrid salah satunya bisa menghemat BBM, bisa dikatakan perbandingannya sangat irit dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Hal ini dikarenakan tenaga yang dibutuhkan oleh mesin salah satunya berasal dari battery lithium. Alasan perawatan dan mahalnya kendaraan hybrid ini, masyakarat masih enggan untuk beralih ke kendaraan hybrid. Disisi lain masih belum banyak bengkel yang bersedia menangani kendaraan berbasis mesin hybrid. Hal ini yang sebagian besar pengguna merasa was - was ketika kendaraan mengalami masalah elektrical. Lantas apa hubungannya dengan kawasaki? penulis ingin sharing sedikit dari intro diatas bagaimana kawasaki memprediksi kendaraan untuk masa depan. Khususnya kendaraan roda dua berbasis mesin elektrikal murni.

Sedikit tambahan masalah EURO 4. Dengar - dengar di Jakarta akan menerapkan kebijakan dimana kendaraan yang setelah dites masih berstandart EURO 3 gas buangnya maka akan dikenakan pajak tambahan. Menurut saya hal ini sah-sah saja, asalkan harga kendaraan listrik masuk akal. Jadi tak perlu ragu lagi untuk beralih ke EV. Soal pajak tahunan? semoga saja berbanding lurus dengan layanan pengisian EV yang tersedia dimana -mana dan juga harga listrik untuk pengisian battery lebih murah. 

Salah satu strategi sebuah perusahaan agar tetap bertahan yaitu dengan cara ber-inovasi. Inovasi yang kali ini akan saya bahas seputar pengembangan motor kawasaki yang berbasis mesin EV. Rumor tentang beberapa fakta seputar kawasaki EV ini akan dibahas satu persatu mas bro.



Bobot sekitar 219 Kg
bobot ini bisa dibilang cukup berat hampir setara dengan mesin kawasaki 650cc dual silinder. Dalam sekali isi ulang kawasaki mengeklaim battery tersebut dapat menempuh hingga 100km. Mungkin hal ini yang membuat bobot kawasaki hingga 219 Kg karena membawa battry dalam jumlah besar.


Pengisian daya sekitar 240 Volt dan 120 Volt
Ini yang cukup menjadikan kabar gembira bagi pengguna di daerah kita. Listrik rumah tangga dan ditempat umum berkisar 240V dan 120V. Kunci pengisian dengan voltase tersebut sangat dimungkinkan untuk melakukan pengisian di mana saja.


Fokus keseimbangan
Kawasaki mengeklaim daya tahan kendaraan listrik ini dari berbagai aspek. Mulai dari torsi, tenaga listrik yang dihasilkan hingga perpindahan gigi yang lancar


Masih mempertahankan kopling
Pada umumnya kendaraan berbasis listrik jarang menggunakan kopling. Karena cara kerja transmisinya otomatis. Berbeda dengan kawasaki yang masih mempertahankan 4 percepatan didalam gear box nya sehingga pengalaman berkendara masih terasa seperti motor konvensional yang menggunakan kopling.

Power
Saat melaju pertama kali power yang dihasilkan sekitar 27Hp ketika sudah berjalan setengahnya. Kawasaki belum mengumumkan terkait spesifikasi power dan torsinya.

Model prototype yang digunakan masih berbasis kawasaki ninja 250/300/400



Belum ada Komentar untuk "Fakta Menarik Seputar Kawasaki EV (Electric Vehicle) Yang Sedang Dikembangkan"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel