Jalan Panjang Ketika Kita Akan Membeli Mobil


Naik motor adalah aktifitas yang sangat menyenangkan, karena kegiatan ini melibatkan aspek mesin dan manusia. Naik motor bareng kawan - kawan melakukan touring bareng merupakan kegiatan yang bisa membentuk solidaritas pertemanan. Ada yang meng-agendakan touring dadakan tetapi ada juga melakukan touring yang memang sudah di jadwal setiap bulannya.

Dulu saya doyan banget melakukan tuoring dengan si Black Mamba panggilan kesayangan buat si vixion hitam saya. Kemanapun saya jabanin dengan motor ini. Hujan dan Panas gak menyurutkan niat untuk selalu berkendara menggunakan sepeda motor. Kalau ditanya apakah masih suka touring? jawabannya masih sama. Karena memang kenikmatan ketika terkena hembusan angin dikecepatan tinggi, permainan gas dan kopling ketika menyalip kendaraan serta melewati beberapa kendaraan besar ketika melewati jalanan yang padat merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa dibandingkan dengan kebahagiaan lainnya. Sampai tujuan dan mendapatkan pemandangan yang indah merupakan bonus ketika perjalanan itu tercapai.

Kendala dijalan juga banyak, ban bocor, bearing pecah, salah isi oli mesin, velg pecah ditengah perjalanan hingga ngebut karena dikejar begal didaerah pasuruan jawa timur juga pernah. Susah senang naik motor memang membuat kita belajar bagaimana melakukan perjalanan dengan menggunakan motor. 

Ketika kendaraan rekan saya bermasalah dari situlah terlihat ego masing - masing ridernya. Ada yang antusias dalam membantu kawannya tetapi ada juga yang biasa saja. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia ternyata benar tentang filosofi orang jawa "kabeh kui ono wayah e" yang artinya semua itu nanti pasti ada waktunya. Kalimat tersebut memiliki arti yang sangat luas ketika ditanam dalam kehidupan sehari - hari. Dan setelah mampu menghasilkan uang sendiri saya lebih memprioritaskan kenyamanan dan kepraktisan karena pada prinsipnya uang bisa dicari dan dikumpulkan lagi. Dari sedikit intro diatas saya akan memberikan sedikit opini tentang 4W+1H dengan membeli sebuah mobil. Mobil apa yang baiknya? Kenapa harus membeli mobil? Kapan harus membeli mobil? Dimana harus membeli mobil? Bagaimana perawatannya?

Berangkat dari cara berkehidupan yang sederhana, kita membeli mobil harus berdasarkan dari sebuah kebutuhan bukan mengikuti gaya hidup, gengsi supaya bisa dipandang wah jangan dijadikan sebagai acuan dalam membeli sebuah mobil. Karena ketika anda memilih untuk membeli sebuah mobil, mobil tersebut sudah pasti membutuhakan biaya - biaya yang tak terduga



Kenyamanan
Hal ini yang tidak bisa dimiliki dan dirasakan oleh pengendara sepeda motor. Bukan saya melihat sebelah mata pengendara motor karena dulunya saya juga pecinta touring. Bahkan sampai hari ini semua perlengkapan touring saya masih lengkap, cuma motornya aja yang kejual wkwk.. Tapi nanti pasti bisa memiliki motor touring lagi, cuma waktu dan kondisinya masih belum mendukung. Ketika  memutuskan untuk  membeli sebuah mobil Apapun mobilnya jika sudah dilengkapi AC / Air Conditioner sudah bisa dipastikan berkendara dikemacetan ketika disiang hari, atau cuaca hujan kita bisa tetap nyaman ketika berkendara. Membawa barang bawaan dalam jumlah banyak tanpa khawatir rusak. Secara tidak langsung membawa mobil memudahkan kita untuk menyimpan dan membawa barang bawaan secara aman. Tidak kepanasan dan tidak kehujanan merupakan poin tertinggi yang akan kalian dapat ketika naik mobil. Sisanya bisa kalian pertimbangkan jika harus membeli mobil terutama biaya servis, kemudahan ganti spare part, seberapa boros bahan bakarnya dan yang tidak kalah penting itu harga jual kembalinya masih tetap stabil.

Faktor kenyamanan merupakan prioritas utama bagi mereka yang sudah ber-umur. Ya walaupun belum berumur tapi kalo sudah bisa berpenghasilan lebih, mereka sudah mulai memikirkan masalah kenyamanan ketika berkendara. Seperti contoh kenapa kita jadi membeli sebuah mobil karena susahnya akses ke tempat kerja, karena jarang transportasi umum, karena jauhnya jarak tempuh yang harus dilalui dari rumah ke tempat kerja maka membeli mobil adalah suatu pilihan yang mungkin bisa diprioritaskan. Tapi kembali lagi jika status pekerjaan kalian sudah pegawai tetap dan gaji yang diperoleh lebih dari cukup.

Intensitas Pemakaian
Jangan membeli jika hanya digunakan beberapa kali dalam satu bulan. Misalnya hanya sekedar jalan - jalan ke Mall, jalan - jalan ke wahana bermain hingga ke acara kondangan pernikahan karena semua kegiatan itu tidak setiap bulan dilakukan pasti hanya momen tertentu saja yang membuat kita mengharuskan pergi ke tempat tersebut. Karena jika dikalkulasi ulang dengan kalian membeli mobil maka sudah seharusnya ada perawatan. Minimal jika jarang dipakai dalam 5 atau 6 bulan sekali dilakukan servis rutin. Seperti ganti oli / cek kaki - kaki / busi / ganti air filter dan urusan mesin lainnya. Minimal dalam 6 bulan sekali kalian harus menyisihkan budget sekitar 750rb. Ya kalau mau nabung kira - kira kalian wajib menyisihkan 100rb tiap bulannya, belum lagi tiap tahun minimal kalian juga membayar pajak tahunan diatas 1, 5 Juta. Mobil jarang dipakai biasanya penyakit utamanya ya aki tekor. Dan aki mobil itu ibarat jantung manusia, tanpa aki mobil kalian bagai gerobak tua. Harga aki juga masih berada dikisaran 500rb rupiah. Nah yang lebih parahnya kalian membeli mobil bekas tetapi tidak tahu cara merawatnya, hal ini akan semakin memperparah keuangan kalian. Bukannya bisa memakai dengan tenang malah kalian was - was ketika memakainya.

Lalu apakah membeli mobil baru merupakan solusi? Secara hitungan biaya service dan perawatan selama 2 tahun pemakaian normal jawabannya iya. Karena biasanya dealer resmi memberikan free ganti oli dan servis selama 2 tahunan. Setelah itu kalian juga wajib merogoh kocek sendiri untuk perawatannya. Trus apa minusnya? Yaitu angsuran mobil harus kalian bayar per bulannya, ditambah lagi tingkat depresiasi mobil yang cukup tinggi. Sudah membeli secara kredit dan ketika butuh uang lalu ingin menjual harganya sudah pasti turun drastis karena statusnya mobil bekas.

Bukan rahasia umum jika memiliki sebuah mobil merupakan sebuah investasi yang rugi, karena saya pun masih berpikiran bahwa jika butuh uang mobil masih bisa dijual. Namun membeli mobil bekas adalah langkah aman supaya terhindar dari penurunan harga ketika kalian membeli mobil baru.

Ambil saja contoh kita sama-sama membeli mobil baru dan bekas.
Membeli mobil yaris terbaru di harga 200Jt keatas kita asumsikan membeli secara tunai, dan setelah 1 tahun pemakaian ketika kalian jual harga sudah di angka 160Jt. Rugi 40Jt (depresiasi) bukan tanpa sebab, karena mobil kalian sudah masuk pada jajaran mobil bekas, maka harga pasaran juga mengikuti harga mobil bekas.

Jika membeli mobil yaris bekas seharga 160Jt, setelah 1 tahun pemakaian dan butuh uang ingin dijual kira - kira harga jualnya sekitar 150Jt an. Hanya rugi 10Jt

Saran terbaik memang membeli mobil adalah dengan cash / tunai. Karena dengan hitung - hitungan kalian membeli kredit, jatuhnya mobil tersebut lebih mahal 60% dari harga awalnya.  

Solusi terbaik jika pada posisi penggunaan dalam intensitas rendah lebih baik menggunakan jasa ojek online. Karena saat ini biaya untuk menyewa sebuah mobil ditopang oleh banyak promo yang ditawarkan oleh penyedia layanan Grab maupun Gojek. Hasilnya kita bisa lebih hemat karena promo tersebut. Secara tidak langsung kita bisa berhemat pengeluaran karena tak perlu lagi memikirkan perawatan mobil hingga angsuran mobil.

Jangan karena gengsi
ketika bekerja disuatu perusahaan banyak kawan saya yang memilki mobil pribadi, padahal jarak tempuh antara rumah / kos dengan tempat kerja tidak lebih dari 20km. Apalagi kalau bukan karena gengsi supaya terlihat sama dengan rekan kerja sekantornya. Padahal didaerah tempat kerja saya ojek online selalu ada 24 jam, jalanan hampir jarang sekali terjadi kemacetan meskipun pada jam - jam sibuk. Ini poin yang cukup penting jangan beli karena gaya hidup.

Finansial
dan yang terakhir adalah hal ini. Yaitu finansial, yang merupakan faktor penentu ketika memutuskan untuk membeli sebuah mobil. Pikirkan terlebih dahulu penghasilan kalian, status pekerjaan kalian dan keungan kalian ketika dana tersebut dibelikan sebuah mobil. Ketika memutuskan untuk memiliki sebuah mobil setiap bulannya minimal ada dana ekstra untuk jaga - jaga. Dari perhitungan kasar gaji 100% dengan status belum bekeluarga minimal 5% penghasilan perbulan disisihkan untuk biaya perawatan sebuah mobil. Merawat mobil spare part fast moving nya jelas lebih mahal ketimbang motor roda dua. Harus siap dengan kerusakan kerusakan ketika digunakan sehari - hari. Jika ingin membeli sebuah mobil bekas usahakan di showroom mobil bekas terpercaya, ajak kawan yang tau tentang mobil jangan percaya dengan rayuan maut sales marketingnya. Pastikan bisa test drive dan setelah itu bisa kalian kalkulasi ulang untuk biaya perbaikan ringan dan beratnya. Sesuaikan budget dengan piilhan mobil yang akan dibeli. Minimal 15% dari budget tersebut disisihkan untuk perbaikan ringan dan beratnya. Jika budget 200Juta maka usahakan mencari mobil seharga 180Juta-an  Rata - rata semakin mahal sebuah mobil biasanya spare part juga ikutan mahal. Karena semakin canggih banyak sekali piranti elektronik yang ditanam didalam mobil tersebut

Last dari pemikiran saya diatas maka lakukan hidup itu dengan cara sederhana, karena yang membuat hidup kita menjadi lebih susah itu adalah gaya hidup kita sendiri. Jika hanya mencukupi sebuah kebutuhan dalam hidup pastilah masing - masing dari kita semua bisa menyanggupinya.

Ingat pelajaran fisika sewaktu kita sekolah dulu? Hukum fisika : Gaya itu berbanding lurus dengan tekanan. So jika hidup kalian merasa banyak tekanan bisa jadi karena kalian kebanyakan gaya.





Belum ada Komentar untuk "Jalan Panjang Ketika Kita Akan Membeli Mobil"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel