Pengalaman Pakai Akrapovic Megaphone Vs Titanium di Ninja 250



Jadi sebetulnya saya iseng - iseng ingin dengerin suara knalpot ninja jika diganti model akrapovic yang megaphone. Bentuknya kayak gini ini

Kalau orang bilang sih model trompet, karena memang corong itu gede banget mas bro. Saya sendiri feelnya lebih suka dengan knalpot aslinya, karena ada sensasi suara nguing - nguing saat rpm naik turun

modelnya yang berbentuk tabung membesar, serta di ujung knalpotnya diberikan sentuhan kunci L dibeberapa titik membuat temen-temen modifikator sering mencangkokan knalpot ini sebagai barang modif. Cuma apa mau dikata jika knalpot akrapovic megaphone ini sejatinya milik MT-25 yang lama, dari pada dianggurin mending dicoba saja.

Impresi ketika knalpot ini dipasang di ninbu tampilannya jadi agak culun menurut penilaian saya pribadi
Tampak dari depan bodinya aduhai tapi knalpotnya kurus banget. Gak proposional dengan badannya yang gede. Tapi it's okelah namanya juga uji coba. Ketika motor dinyalakan suara bass dari dentuman mesin 2 silinder sangat dominan sekali. Mantep banget bagi yang suka pamer dijalan dan jarang rpm tinggi. Gas sedikit naik 5 ribu Rpm keatas suaranya udah acak kadut. Berisik banget mas bro, kalo tarikan pertama memang enak. Tapi setelah high rpm tenaga berasa ngempos, daya dorong terasa berkurang dan suara makin memekakan telinga. Malu sih iya karena saya bukan tipe orang yang suka pamer. Alhasil gak sampai 500km saya putuskan kembali untuk memakai knalpot standart karena sudah di setting pilot jet dan main jetnya tetap performa motor tidak menemukan performa terbaiknya dan paling parahnya konsumsi BBMnya 1:13 Ini motor udah kayak pakai mobil sejuta umat konsumsi BBMnya wkwk...

Selang beberapa bulan saya masih tetap penasaran dengan racikan akrapovic ini, akhirnya saya putuskan untuk membeli model titanium




Ketimbang dengan akrapivic megaphone secara tampilan masih oke, gak kurus - kurus banget. Kalau dilihat masih proposional dengan badan di ninbu. Setelah pasang semuanya lengkap start awal ini knalpot ulem banget mas bro. Suara bassnya gak terlalu dominan dibandingkan megaphone. Saya coba untuk betot gas dari awal sampe akhir juga lumayan. Suara gak terlalu memekakan telinga, tanpa ada utak atik PJ dan MJ motor saya gak berasa kedodoran ketika gantung rpm tinggi. Konsumsi BBM juga gak terlalu boros. Dari metode full to full didapat 1:18, masih normal lah karena secara dimensi lubang knalpotnya juga lebih besar dibandingkan dengan knalpot standart. Jadi gas buang juga lumayan plong. 

Jadi sampai hari ini yang menemani si ninbu untuk touring tetap akrapovic titanium. Terlepas dari hasil dyno dan setting PJ dan MJ saya rasa knalpot ini paling tepat untuk si ninbu. 


Belum ada Komentar untuk "Pengalaman Pakai Akrapovic Megaphone Vs Titanium di Ninja 250"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel