Review Kawasaki Binter Merzy 1980 - 1986


Secara tidak sengaja, ketika itu saya bersilaturahmi ke sanak saudara tepatnya di daerah kulon progo Yogyakarta. Tidak ada pikirian dibenak saya jika pada akhirnya saya menemukan sebuah mahakarya milik kawasaki yang sudah punah. Sebuah mahakarya dari kawasaki yaitu KZ200. Orang biasa menyebutnya kawasaki binter merzy 200. Saya pun merasa sangat antusias karena selama ini cukup sulit untuk menemui motor legend ini. Well... pada saat itu importir utama kawasaki KZ ini adalah PT BINTANG TERANG maka orang menyebut motor ini dengan sebutkan kawasaki binter merzy. Binter itu sendiri adalah "bintang terang" dengan rentang waktu penjualan 1980 hingga 1986 antusiasime para pengguna motor saat itu cukup tinggi karena memang masih belum ada motor yang diimpor utuh dari jepang dengan kubikasi 200cc. Masalah internal yang melanda membuat PT BINTANG TERANG harus gulung tikar dan memaksa kawasaki KZ pun ikut berpulang kenegaranya. Disisi lain juga ada gosip yang memang sejak awal penjualan barang - barang fast moving motor ini cukup sulit. 

imbasnya motor ini jadi motor legend, karena dalam kurun waktu 6 tahun pesaing terberatnya salah satunya CB175. Motor ini juga merupakan kakak tertua dari keluarga Z series milik kawasaki yang saat ini di Indonesia sendiri cukup banyak berkeliaran Z125, Z250, hingga Z900. Pada saat itu mesin dengan kubikasi 200cc dapat memuntahkan power sebesar 18Hp di 8.000rpm dan torsi 16Nm di 7000rpm. Ingat lah, ketika itu masih tahun 1980 yang masih belum ada injeksi, banan arm, VVA, Slippery dan assist clutch, sensor - sensor dan segala pirantinya membuat motor ini cukup digandrungi pada zamannya.



Bagi kalian yang sok-sok an udah pakai velg TAKASAGO dari zaman dulu kawasaki KZ ini udah pakai yang namanya velg ini. Gak diragukan lagi hingga saya temui saat ini gak ada peyang - peyangnya dan sedikit karat.



Meskipun knalpot sudah berumur gini, tapi tetap keasliannya masih dipertahankan. Salut sama si empunya masih bisa bertahan sampai hari ini



Well, soal tampilan mesin gak usah dibahas terlalu rumit mas bro. Ini motor udah berusia lebih dari 30 tahun. Jadi wajar lah jika tampilannya seadanya. Tapi aura kegagahan sektor mesin emang gak bisa dibantah. Keren dan Maskulin melihatnya. 




Setelah puas dengan melototin keseluruhan tampilannya saya sudah tidak sabar untuk merasakan aura motor legend ini. Impresi ketika menyalakan mesin kaki saya cukup pegal, ternyata oh ternyata ini masih yang model pengapian platina. Jadi emang harus sabar untuk menyalakannya. Setelah berhasil menyala suara cukup ngebas. Ya mungkin karena knalpot yang ada beberapa perbaikan membuat suara natural motor ini tidak terdengar cukup baik. Tetapi suara mesin dibandingkan dengan Honda tiger jelas berbeda. Lebih halus, saya coba untuk keliling - keliling kampung hampir 30 menit lewat tanjakan dan turunan motor ini juga gak ada suara seperti layaknya mesin jahit. Saya coba tanya ke si empunya ternyata beliaunya memang sangat rajin ganti oli. Saya cukup terkesan dengan suara mesinnya karena asumsi saya dengan tampilan seperti ini gak beda jauh dengan daleman mesinnya. 




Coba boncengan dengan saudara saya, mesin 200cc ini tetap gak ada gejala ngempos tenaganya. Mungkin enak kali ya, jika diajak touring jarak jauh. Tenaganya ngisi terus mirip Black Engine si GL.

Namun tiada gading yang tak retak. Bagian kaki - kaki seperti pengereman sudah seharusnya dilakukan peremajaan. Gak kebayang tenaga sebesar ini di bantu hanya dengan pengereman seadanya. Jujur secara model dan dentuman suara mesinnya membuat saya ingin selalu mengendarainya. 

Di tahun 2020 jikalau ada yang menjual dengan kondisi mesin yang masih prima apalagi dengan tampilan yang masih layak mungkin harganya udah diatas 20Jt-an. 

Belum ada Komentar untuk "Review Kawasaki Binter Merzy 1980 - 1986"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel