Disc Brake, Haruskah Perlu diganti secara berkala?



Memang salah satu piranti yang dapat menghentikan laju kendaraan kita adalah rem. Yang saat ini sudah memasuki era diamana hampir seluruhnya kendaraan dibekali rem cakram atau istilahnya disc brake cuma masalahnya apakah part tersebut harus diganti?

Ada perbedaan mendasar antara rem cakram mobil dan rem cakram sepeda motor. Karena sudah jelas beban yang diterima oleh rem keduanya sangat berbeda. Dan berapakah kira - kira umur piringan cakram ini? ada yang bilang antara 50rb kilometer hingga 110rb kilometer, semua tergantung kondisi cuaca, lingkungan serta gaya berkendara. Tetapi tipe kendaraan yang paling sering menggunakan rem adalah jenis matic. Baik itu motor matic maupun mobil matic, keduanya sama - sama sangat sering menggunakan rem. Karena apa? karena di kendaraan matic tidak adanya engine brake atau ketika kalian menurunkan posisi gigi terendah maka akan terasa gejala ngerem dari mesin itu sendiri.

Saya akan membahas sedikit kapankah waktu terbaik untuk mengganti piringan rem cakram?

sebelum masuk ke topik pergantian baru, ada salah satu metode untuk memperbaiki piringan cakram ini mas bro. istilahnya di "bubut" atau istilahnya resurfacing. Tindakan ini merupakan proses perataan atau penghalusan permukaan rem cakram. Biasanya proses bubut ini dilakukan ketika piringan cakram melengkung atau istilahnya ngogel, supaya tidak melengkung maka bisa dilakukan pemerataan agar tidak melengkung. Namun resikonya piringan cakram menjadi lebih tipis. Hal ini tidak baik karena piringan cakram yang ketebalannya berkurang maka tidak akan mampu menerima panas seperti yang seharusnya. Efek paling ngeri ya,piringan cakram rontok ditengah jalan karena harus menanggung panas yang tinggi serta gesekan secara terus menerus

Jika rem sudah terlalu tipis maka bisa terjadi kerusakan seperti gambar diatas

tiap - tiap piringan cakram biasanya standartnya memiliki tingkat ketebalan yang berbeda. Dan biasanya tercetak tebal dengan kode "MIN TH / TN" yang artinya minimal thickness dan dibuku manual berkendara tercantum standart ketebalan minimal piringan cakram yang layak digunakan. 

Ada beberapa ciri ketika piringan cakram kendaraan kita memang harus diganti.
 Yang pertama : rem berasa bergetar ketika pedal / tuas rem ditekan akan terasa seperti mantul - mantul. Biasanya indikasinya piringan cakram rem bergelombang. Faktor rem terasa seperti ndut - ndutan / mantul - mantul bisa juga pin caliper yang sudah tidak lurus lagi, pelumas pada pin caliper yang sudah mengering. 
Jika dilakukan pengukuran biasanya ketebalan berbeda - beda, akibat piringan cakram yang bergelombang maka akan terjadi perbedaan ketebalan, efek lainnya meskipun discpad / kampas rem diganti baru hal ini akan percuma. Karena akan mengakibatkan kampas rem akan habis dengan cepat karena terkena gesekan terus menerus walapun tidak dilakukan pengereman. Memang ketika melakukan pergantian kampas rem sebaiknya dilakukan pengukuran ketebalan permukaan cakram secara detail. Atau minimal setelah dilakukan pemasangan kampas rem dilakukan tes jalan, apakah rem terdengar seperti gesekan terus menerus walaupun tidak dilakukan pengereman


Yang kedua : rem terdengar seperti suara gerinda, tetapi suaranya masih tergolong halus. Meskipun tidak ditekan tuas remnya tetapi tetap ada seperti suara gesekan. Penyebabnya permukaan piringan cakram sudah memiliki alur. Pembentukan alur tersebut karena memang faktor usia. Jadi solusinya sebaiknya diganti

Biasanya terjadinya alur ini disebabkan si pengguna malas membersihkan kotoran disekitaran piringan cakram. Akibatknya debu akan terus menempel dikampas rem dan membentuk alur di perumkaan piringan cakram


Yang ketiga : Mudah panas, karena faktor usia dan juga pemakaian maka piringan cakram sudah tidak mampu lagi untuk melepas panas dengan baik. Setelah melewati ribuan putaran dengan tingkatan panas dan penurunan temperatur yang bermacam - macam maka kekuatan logam pada piringan cakram tidak akan sebaik piringan cakram yang masih baru dalam hal melepas panas. Musuh bebuyutan rem adalah panas dan kotoran. Jadi ketika panas tersebut tidak mempu dilepas dengan baik oleh piranti rem maka banyak kerugian yang akan berdampak pada kendaraan

Yang keempat : Karat, jika karat terbentuk disekitaran piringan cakram mungkin masih tidak berdampak pada pengeraman. Karena terbentuknya karat tersebut merupakan reaksi kimiawi jadi hal tersebut masih bisa disebut wajar. Tetapi jika terbentuknya karat berada pada seluruh permukaan piringan cakram maka memang sudah sebaiknya diganti

Jika sudah berkarat parah meskipun diganti dengan kampas rem paling mahal tetap saja laju kendaraan tidak akan berhenti dengan baik terlebih lagi kampas rem juga akan habis lebih cepat karena harus bermusuhan dengan karat secara terus menerus.


So, jika ingin mengganti piringan cakram gak harus kilometer kok tapi dilihat dari kondisi fisik juga bisa mas bro.





Belum ada Komentar untuk "Disc Brake, Haruskah Perlu diganti secara berkala?"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel