Berdasarkan pengalaman pribadi, Pilih CRF,KLX atau WR ?

Sesuai judul diatas ini hanya opini pribadi saya karena udah pernah coba ketiga motor diatas. Melewati jalur biasa, medium hingga hard enduro. Ketiga motor ini menurut saya cuma diperuntukkan untuk njalur yang biasa saja. Karena dari segi bobot ketiganya bagi saya sudah gak masuk hitungan motor trail. sama - sama diatas 110 kg ini sangat berat ketika anda naik motor trail di medan hard enduro. Mungkin hard enduro isinya jalur tanjakan berlumpur, jalur datar berlumpur dalam, bebatuan hingga jalur keramik dengan  track yang lebih dari 20km. Karena jatuh dari motor ketika dijalur adalah hal yang lumrah ketika naik motor trail. Seringnya jatuh dan harus menaikkan motor lagi ini yang membuat tenaga terkuras habis motor dengan bobot lebih dari 100kg akan berasa 200kg karena tenaga kita sudah habis dan mental kita menurun merasakan jalur yang terlalu berat.

Bagi saya ketiga motor ini hanya cocok untuk medan yang tidak terlalu berat, panjang dan menguras tenaga. Pabrikan memang telah menurunkan seri khusus motor trail yang rata - rata berbobot tidak lebih dari 100kg dengan tenaga setara 250cc. Contoh Kawasaki punya seri KX, Yamaha punya seri YZ, Honda punya seri CRF-R dan semua motor yang di lempar dipasaran memiliki bobot yang ringan. Hal inilah mengapa diluar negeri sana kebanyakan memakai mesin 2 tak, selain simple juga ringan. 

Kalau dari segi bobot kendaraan yamaha WR adalah pemenangnya. Karena untuk pemula yang baru belajar njalur jatuh diawal mungkin masih mampu memberdirikan motornya tanpa bantuan tetapi untuk jatuh yang ke tiga , empat , lima kalinya pastinya angkat tangan. Memang tenaga motor ini gede diantara 150cc lainnya tapi gak sebanding dengan bobotnya. Selain itu saya kalo pakai WR ini agak khawatir waktu jatuh. Khawatir benda asing bisa nusuk radiator dan bocor. Kalo roboh langsung kena handle gak semudah milik CRF yang digetok bisa langsung lurus. Handle WR bengkok harus dibawa ke tukang las untuk dipanasin dan diluris pelan pelan. Ini udah gak masuk kriteria motor trail yang low maintenance. Karena bagi saya motor trail itu wajib easy maintenance ketika rusak dihutan mudah ditangani.

Gimana kalo CRF? Mungkin ini strategi Honda untuk bikin mesin yang easy maintenance tapi sering klotok - klotok. Mesin Megapro dan Verza dipasang ke CRF hasilnya tenaganya segitulah. Gak terlalu besar dan gak terlalu kecil. CRF dari segi spare part saya acungi jempol karena banyak sekali kecocokan dengan motor lain. Paling gampang seperti kampas rem depan ini sama dengan vario 110 old. Jadi seandainya kita punya motor di daerah pedalaman gak perlu khawatir soal spare part. Untuk pemula motor ini cukup lumayan berat sekitar 120kg lebih. Dipake jatoh motor ini gak masalah, gak terlalu khawatir bensin bocor lewat karbu atau mogok gak mau nyala karena sudah pakai injeksi. CRF ini bagi saya mirip KLX yang beberapa partnya sudah di upgrade. Mau pakai biasa atau hard enduro gak terlalu khawatir

Giliran KLX yang sudah melanglang buana di INDO sejak lama. Mulai seri KLX seri S,G,L,BF dan masih banyak lagi. Pilihan dari velg ring 16 - 19 hingga 19-21 inch. Bagi saya KLX ini senada dengan tenaganya. Bobot dibawah CRF dan WR tapi tenaga juga dibawah mereka berdua. Jadi meski pemain lama kayaknya seri KLX 150 ini bakal keluar yang superior. Mirip skenarionya Ninja 250, keluar diawal dengan power dibawah CBR250RR dan R25 tau tau ngluarin ZX-25R 4 silinder... Mungkin nantinya kalo KLX gak bakal dikeluarin lagi. Tapi seri KX yang bisa di develop jadi dualpurpose dan legal dijalan raya. Bobot 100Kg tapi tenaga diatas yamaha WR. Easy maintenance pasti, mesinnya mirip dengan CRF yang masih konvensional.

Kalo disuruh pilih mana? dengan budget 30 jt, saya akan pilih KLX dan mesinnya saya upgrade hingga sama dengan performa yamaha WR. Kalau tenaganya lebih dari yamaha WR saya rasa pasti akan mengurangi usia spare partnya atau skenario terburuknya motor sering rusak masuk bengkel. 

Jadi, dari ketiga motor ini semua bentuknya bagus. Soal mesin WR juaranya. Perawatan CRF dan KLX kandidatnya. Punya budget minim ingin trail bisa meminang KLX, punya uang lebih dikit mending ambil CRF atau KLX yang full upgrade. Ingin mesin joss tanpa peduli bobot bisa pilih WR. 

Dari awal yang ingin punya desain motor sendiri muncullah motor siluman atau biasa disebut trail odong-odong. Basicnya segala jenis motor yang penting bisa dijadikan trail. Tapi biasanya GL PRO karena bobotnya yg hanya 104 kg serta powernya yang gak diragukan lagi.

Belum ada Komentar untuk "Berdasarkan pengalaman pribadi, Pilih CRF,KLX atau WR ?"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel