Review Kawasaki D Tracker ke Jalur Punggung Naga Gunung Bromo


Njalur atau ngetril atau Trabas istilah orang ketika ingin offroad menggunakan motor trail yang biasanya dilakukan secara berjamaah atau rame rame. Jalur yang dipilih berbagai macam varian, tetapi ketika dengan teman satu team rata- rata pilih jalur yang cukup berat biasanya sih tujuan supaya berkesan dan juga bikin kapok teman yang niube. Di malang sendiri cukup banyak lokasi jalur trail gunung kawi, gunung bromo, gunung arjuno, gunung vanderman pas akhir pekan pasti jalur jalur yang mengarah ke gunung pasti ruame poool. Suara gerombolan sok yes breet breeet blayer sana sini itu menandakan motor trail yang sedang buru - buru nyari sarapan wkwkwk.... Tapi memang biasa orang yang sok yes di jalan onroad bakal letoy di offroad. Mereka PEDE gila di jalan umum, giliran masuk jalur udah kayak ayam sayur.

rata - rata offroader itu santai di onroad, karena mereka tahu dijalur itu butuh tenaga dan mental yang siap. Tapi biasanya di towing baru motor diturunkan di jalur. Ini lebih effisien. Selama ini di indo udah banyak  pabrikan ngeluarin motor trail dual purpose. D Tracker, CRF, WR, KLX semua motor ini legal dijalanan umum dan udah banyak yang menggunakannya. Paling umum dipake bocil dengan starter pack motor SUMO, Jaket, sepatu, helm bermerek dan sok jago dijalur onroad makhluk ini biasanya muncul satu peleteon ketika SUNMORI. Kalo memang SUNMORI bisa menghasilkan pundi pundi rupiah silahkan lanjutkan, tapi kalo hanya untuk gaya gaya an dan kumpul gak jelas Elo hanya bikin beban keluarga, Siang malam bapak nyari duit yang hanya bermodal motor supra. Kalo santai dirumah cukup pake kaos partai. Anda dikasih motor hanya untuk kumpul yang unfaedah. Hilangkan itu semua pikir masa depan dan mulai berwirausaha sejak usia muda.


Balik lagi ke topik tentang D Tracker ini. Ini motor milik konsumen yang ngotot ingin dijadiin motor trail. Kenapa saya bilang ngotot? ya jelas jelas D Tracker ini motor aspal bukan motor trabas. Kalo dijadiin motor trabas ya beberapa part harus diganti total. Mulai dari Ban, Velg, Arm semua ini diambil dari milik KLX 150 tipe L. Semua berjalan lancar ketika melewati medan yang biasa. Batuan dan jalan lumpur yang masih dilewati dengan baik. Petaka dimulai ketika mengahadapi tanjakan yang panjang. Nafas dari motor ini sering kehabisan ditengah tanjakan. Ini cukup ngeri karena tanjakan yang dilewati rata rata 60 - 45 derajat kemiringan. Puncaknya ketika masuk ke tanjakan punggung naga. Just info jalur ini merupakan jalur baru. Punggung naga ini merupakan deretan perbukitan yang menyambung hingga ke bukit penanjakan. Jalur ini cukup ekstrem bagi pemula karena tanjakannya yang cukup panjang. 





Jalur sebelum masuk ke punggung naga kita ada dipuncak dan akan disuguhkan pemandangan indah gunung bromo, gunung batok dan widodaren. Ketika cuaca masih pagi pemandangannya josss gandos. Bisa ngilangin ingatan cicilan dirumah sebentar wkwk... Mau buat foto - foto prewedding atau kegiatan yang harus membawa banyak peralatan? saya rasa tidak. Karena jalur ini hanya setapak hanya untuk satu motor dan kanan kiri jalur ini jurang. Terlalu berbahaya untuk kegiatan seperti itu. 


Akhirnya hanya duo CRF yang bisa naik dengan mulus. Sisanya harus dibantu dengan tali webbing agar naik dengan selamat. Karena jalur ini gak bisa sembrono. Harus benar benar skill dan otak yang dipakai. Salah sedikit saja bisa motor terbalik dan jatuh kebawah.

Mohon maaf hampir 2 bulan ini website tidak tayang artikel sama sekali karena ada gangguan teknis. Mohon maaf lahir batin dan selamat menunaikan ibadah puasa

Belum ada Komentar untuk "Review Kawasaki D Tracker ke Jalur Punggung Naga Gunung Bromo"

Posting Komentar

Bagaimana menurut pendapat kalian.. silahkan like,share dan komen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel